Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung
Aljabar Boolean erat hubungannya dengan
variabel-variabel biner dan operasi-operasi logik. Aljabar Boolean memiliki
fungsi yang terdiri dari variabel-variabel biner yang dapat dinyatakan dalam
bentuk tabel kebenaran yang memiliki konstanta 0 dan 1, serta simbol-simbol
operasi logik tertentu. Tabel kebenaran dalam sebusah fungsi Boolean terdiri
dari daftar semua kombinasi angka-angka biner 0 dan 1 yang diberikan ke
variabel-variabel biner dan daftar yang memperlihatkan nilai fungsi untuk
masing-masing kombinasi biner.
Aljabar Boolean bekerja dengan himpunan {0, 1}
pada operasi dan aturan tertentu. Gerbang-gerbang logika erat kaitannya Aljabar
Boole, karena biasa digunakan untuk menyatakan nilai fungsi untuk
masing-masing kombinasi biner dengan operator tententu. Logika kombinasi
merupakan suatu rangkaian digital yang
mempergunakan 2 atau lebih gerbang-gerbang logika.
Gerbang logika merupakan rangkaian dengan
satu atau lebih sinyal masukan tetapi hanya menghasilkan satu sinyal
keluaran. Kombinasi beberapa gerbang logika dapat menjadi suatu rangkaian
digital yang sangat komplek. Pada dasarnya kompleksitas
suatu rangkaian digital dapat diserderhanakan sehingga
rangkaian digital tersebut dapat memanfaatkkan gerbang yang lebih sedikit.
Beberapa operasi rangkaian logika dasar yang
biasa digunakan dalam fungsi Boolean, diantaranya adalah : INVERTER / INVERS /
NOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR, XNOR. Gerbang AND mempunyai dua atau lebih
dari dua sinyal masukan tetapi hanya memiliki satu sinyal keluaran.
Sedangkan gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah
satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi, sehingga dapat dikatakan
bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika semua sinyal
masukan bernilai rendah.
Aljabar Boolean mempunyai aplikasi yang luas
dalam kehidupan, antara lain dalam bidang jaringan pensaklaran dan rangkaian
digital. Dalam jaringan persaklaran Aljabar Boolean biasa menggambarkan saklar
dalam keadaan tertutup dan terbuka, serta hubungannya dalam bentuk seri dan
paralel.
Suatu rangkaian digital dengan kompleksitas
yang tinggi dapat diserderhanakan sehingga rangkaian digital tersebut
dapat memanfaatkkan gerbang yang lebih sedikit. Penyedeerhanaan yang biasa
digunakan dalam rangkaian digital dikenal dengan teknik
reduksi. Teknik Reduksi yang sering dipakai yaitu dengan
memakai aljabar Bolean dengan teorema De Morgan, Peta Karnough.
A. Operasi
– operasi Logika Dasar
Dalam rangkaian logika terdapat operasi dasar
untuk menunjukkan suatu perilaku dari operasi-operasi tersebut, operasi ini
biasanya ditunjukkan dengan menggunakan suatu tabel kebenaran. Tabel kebenaran
berisi statemen-statemen bernilai TRUE(T) and FALSE(F) yang dalam tabel
dilambangkan dengan “1” untuk TRUE(benar) dan “0” untuk FALSE(salah).
Berikut operasi-operasi dasar logika yang
dijelaskan dengan tabel kebenaran :
Operasi
INVERS (NOT)
Operasi INVERS / NOT merupakan suatu operasi
yang menghasilkan keluaran nilai kebalikannya. Operasi INVERS / NOT
dilambangkan dengan tanda ( ¯ ) diatas variabel atau tanda single apostrope ( ‘
). Operasi ini akan mengubah logik 1(benar) menjadi 0(salah) dan sebaliknya,
akan mengubah logik 0(salah) menjadi logik 1(benar).
Tabel kebenaran untuk operasi INVERS / NOT:
|
A
|
a’
|
|
0
|
1
|
|
1
|
0
|
Operasi
AND
Operasi AND merupakan operasi boolean yang yang
akan memghasilkan nilai 1 ketika dipasangkan dengan 1
pula. Operasi AND
dilambangkan dengan dot ( . ). Operasi ini hanya akan menghasilkan nilai benar
jika kedua variabel bernilai benar, selain itu akan bernilai salah.
Tabel kebenaran untuk operasi AND:
|
a
|
B
|
a.b
|
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
1
|
0
|
|
1
|
0
|
0
|
|
1
|
1
|
1
|
Operasi
OR
Operasi OR merupakan operasi yang hanya akan
menghasilkan nilai benar(1) jika salah satu variabelnya bernilai benar(1) serta
akan menghasilkan nilai salah jika kedua variabelnya bernilai salah. Operasi OR
dilambangkan dengan plus (+).
Tabel kebenaran untuk operasi OR:
|
a
|
b
|
a+b
|
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
1
|
1
|
|
1
|
0
|
1
|
|
1
|
1
|
1
|
Operasi Turunan
Operasi
logika NOR
Operasi NOR merupakan perpaduan dari operasi OR
dan INVERS / NOT. Operasi NOR kan menghasilkan keluaran OR yang di inverskan.
Operasi NOR mempunyai dua buah lambang yaitu lambang OR (+) dan INVERS / NOT (
‘ ).
Tabel kebenaran untuk operasi NOR :
|
a
|
B
|
(a+b)’
|
|
0
|
0
|
1
|
|
0
|
1
|
0
|
|
1
|
0
|
0
|
|
1
|
1
|
0
|
Operasi
logika NAND
Operasi NAND merupakan perpaduan dari operasi
AND dan INVERS / NOT. Operasi NAND akan menghasilkan keluaran AND yang di
inverskan. Operasi NAND mempunyai dua buah lambang yaitu lambang AND ( . ) dan
INVERS / NOT ( ‘ ).
Tabel kebenaran untuk operasi NOR :
|
a
|
B
|
(a.b)’
|
|
0
|
0
|
1
|
|
0
|
1
|
1
|
|
1
|
0
|
1
|
|
1
|
1
|
0
|
Operasi
logika EXOR
EXOR berarti exklusive OR berarti “yang satu
atau yang satunya tapi tidak keduanya”. Operasi XOR akan menghasilkan keluaran
1(benar) jika jumlah masukan yang bernilai 1(benar) berjumlah ganjil. Operasi
XOR merupakan hasil dari (a’.b) + (a.b’) atau biasa ditulis a
b. Tabel kebenaran untuk operasi XOR:
|
a
|
b
|
a’.b +
a.b’
|
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
1
|
1
|
|
1
|
0
|
1
|
|
1
|
1
|
0
|
Operasi
logika EXNOR
EXNOR berarti exklusive NOR berarti “yang satu
atau yang satunya tapi tidak keduanya”. Operasi ini akan menghasilkan keluaran
1(benar) jika jumlah masukan yang bernilai 1(benar) berjumlah genap atau tidak
ada sama sekali. Operasi XOR merupakan hasil dari a’+b . a+b’ atau biasa
ditulis a’ b’ atau (a
b)’.
Tabel kebenaran untuk operasi EXNOR:
|
a
|
b
|
a’+b
. a+b’
|
|
0
|
0
|
1
|
|
0
|
1
|
0
|
|
1
|
0
|
0
|
|
1
|
1
|
1
|
B. Tabel
Kebenaran
Tabel kebenaran merupakan tabel yang
menunjukkan kombinasi dari variabel input dan variabel output pada suatu kasus
logika tertentu. Tabel kebenaran biasa digunakan untuk menganalisa suatu fungsi
logika karena dapat mempermudah pemahaman.
Perhatikan contoh berikut:
Tunjukan nilai kebenaran dari suatu fungsi B =
a’bc + ab’c + abc’ !
|
a
|
b
|
c
|
a’
|
b’
|
c’
|
ab
|
bc
|
a’bc
|
ab’c
|
abc’
|
|
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
1
|
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
1
|
0
|
1
|
0
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
1
|
0
|
1
|
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
|
1
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
1
|
1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar