MANAJEMEN INFORMATIKA POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
PENGERTIAN
LOGIKA FUZZY
Fuzzy mungkin merupakan suatu kata yang agak asing bagi
kita. Dalam terjemahan menurut kosa katanya fuzzy berari kabur. Logika berarti
penalaran. Jika digabungkan menjadi satu kalimat berarti Penalaran Yang Kabur.
Benarkah demikian? Mengapa penalaran yang kabur justru perlu untuk dipelajari?
Logika
fuzzy adalah suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu ruang input ke dalam
suatu ruang output.
Berikut
ini adalah beberapa contoh konsep logika fuzzy yang dapat diterapkan dalam
berbagai kasus:
Manajer
pergudangan mengatakan pada manajer produksi seberapa banyak persediaan barang
pada akhir minggu ini, kemudian manajer produksi akan menetapkan jumlah barang
yang harus diproduksi esok hari
Pelayan restoran memberikan pelayanan terhadap tamu, kemudian tamu akan memberikan tip yang sesuai atas baik tidaknya pelayanan yang diberikan
Penumpang
taksi berkata pada sopir taksi seberapa cepat laju kendaraan yang diinginkan,
sopir taksi akan mengatur pijakan gas taksinya
Ada
beberapa cara atau metode yang mampu bekerja di kotak hitam tersebut, seperti
sistem fuzzy, jaringan syaraf tiruan, sistem linier, sistem pakar, persamaan
diferensial, dan sebagainya. Namun menurut Prof. Lotfi A. Zadeh seorang
profesor dari Universitas California, Berkeley, yang adalah penemu Logika fuzzy
pada tahun 1960-an menyatakan bahwa setiap kasus dapat saja diselesaikan tanpa
menggunakan logika fuzzy, tetapi pemanfaatan logika fuzzy akan mempercepat dan
mempermudah hasil dalam setiap kasus. Berikut adalah gambar dari Prof. Lotfi A.
Zadeh.
ALASAN PEMANFAATAN LOGIKA FUZZY
Mengapa
kita perlu menggunakan logika fuzzy? Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa logika
fuzzy banyak digunakan saat ini diberbagai kasus. Alasan pemanfaatan logika
fuzzy adalah:
Sudah
menjadi sifatnya yang kuat selama tidak membutuhkan ketepatan, input yang bebas
derau, dan dapat diprogram untuk gagal dengan aman jika sensor arus balik
dimatikan atau rusak. Control output adalah fungsi control halus meskipun jarak
variasi input yang cukup besar.
Selama
fuzzy logic controller memproses aturan – aturan yang dibuat user yang
memerintah system control target, ia dapat dimodifikasi dengan mudah untuk
meningkatkan atau mengubah secara drastis performa system. Sensor yang baru
dapat dengan mudah digabungkan kedalam system secara sederhana dengan
menghasilkan aturan memerintah yang sesuai.
Fuzzy
logic tidak terbatas pada sedikit masukan umpan-balik dan satu atau dua output
control, tidak juga penting untuk menilai atau menghitung parameter rata - rata
perubahan dengan tujuan agar ia diimplementasikan. Sensor data yang menyediakan
beberapa indikasi untuk aksi dan reaksi system sudah cukup. Hal ini
memungkinkan sensor menjadi murah dan tidak tepat sehingga menghemat biaya
system keseluruhan dan kompleksitas rendah.
Karena
operasi – operasi yang berbasiskan aturan, jumlah input yang masuk akal dapat
diproses ( 1 sampai 8 atau lebih ) dan banyak output ( 1 sampai 4 atau lebih )
dihasilkan, walaupun pendefinisian rulebase secara cepat menjadi rumit jika
terlalu banyak input dan output dipilih untuk implementasi tunggal selama
pendefinisian rules(aturan), hubungan timbal baliknya juga harus didefinisikan.
Akan lebih baik jika memecah system kedalam potongan – potongan yang lebih
kecil dan menggunakan fuzzy logic controllers yang lebih kecil untuk
didistribusikan pada system, masing – masing dengan tanggung jawab yang lebih
terbatas.
Fuzzy Logic dapat mengontrol system nonlinier yang akan sulit atau tidak mungkin untuk dimodelkan secara matematis. Hal ini membuka pintu bagi system control yang secara normal dianggap tidak mungkin untuk otomatisasi.
Konsep logika fuzzy mudah dimengerti.
Konsep
matematis yang mendasari penalaran fuzzy sangat sederhana dan mudah dimengerti
Logika
fuzzy sangat fleksibel
Logika
fuzzy memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat
Logika
fuzzy dapat bekerja sama dengan teknik-teknik kendali secara konvensional
Logika
fuzzy didasarkan pada bahasa alamiah
Sedangkan
karakteristik utama dari fuzzy logic yang ditemukan oleh Prof. Lotfi A. Zadeh
adalah sebagai berikut:
Dalam
fuzzy logic, penalaran tepat dipandang sebagai suatu kasus terbatas dari
penalaran kira –kira.
Dalam
fuzzy logic segala sesuatunya adalah masalah derajat.
System
logis manapun dapat difuzzifikasi.Dalam fuzzy logic, pengetahuan
diinterpretasikan sebagai koleksi dari fuzzy yang dipaksakan pada sekumpulan
variable.
Kesimpulan
dipandang sebagai sebuah proses dari perkembangan pembatas elastis.
BAGAIMANA
LOGIKA FUZZY DIGUNAKAN
Adapun
langkah – langkah penggunaan fuzzy logic adalah sebagai berikut:
a.
Definisikan obyektif dan criteria control:
1) Apa
yang kita coba control ?
2) Apa
yang harus kita lakukan untuk mengontrol system ?
3)
Respon seperti apa yang kita butuhkan ?
4) Apa
mode kegagalan system yang mungkin ?
b.
Tentukan hubungan antara input dan output serta memilih jumlah minimum variable
input pada mesin fuzzy logic(secara khusus error dan rata – rata perubahan
error)
1)
Dengan menggunakan struktur berbasis aturan dari fuzzy logic, jabarkan
permasalahan control ke dalam aturan IF X AND Y THEN Z yang mendefinisikan
respon output system yang diinginkan untuk kondisi input system yang diberikan.
Jumlah dan kompleksitas dari rules bergantung pada jumlah parameter input yang
diproses dan jumlah variable fuzzy yang bekerjasama dengan tiap – tiap
parameter. Jika mungkin, gunakan setidaknya satu variable dan turunan waktunya.
Walaupun mungkin untuk menggunakan sebuah parameter tunggal yang error saat itu
juga tanpa mengetahui rata – rata perubahannya, hal ini melumpuhkan kemampuan
system untuk meminamalisasi keterlampauan untuk sebuah tingkat input.
2)
Buat fungsi keanggotaan yang menjelaskan nilai input atau output yang digunakan
didalam rules.
3)
Buat rutinitas proses awal dan akhir yang penting jika diimplementasikan dalam
software, sebaliknya program rules kedalam mesin hardware fuzzy logic.
DASAR-DASAR
LOGIKA FUZZY
A.
HIMPUNAN TEGAS / CRIPS
Sangat
penting sekali bagi kita untuk terlebih dahulu mengetahui apa itu crisp set
atau yang dikenal juga dengan conventional set, sebelum kita mengarah pada
bagaimana himpunan fuzzy dibuat untuk kekurangan pada crisp set. Dalam
kebanyakan jenis pemikiran setiap harinya, dan refleksi bahasa darinya, orang –
orang menggunakan crisp set untuk mengelompokan sesuatu. Menjadi anggota dari
crisp set adalah seluruhnya berhubungan atau tidak sama sekali. Seorang wanita
dikatakan hamil ataupun tidak, ia tidak pernah “hamil sebagian” atau “sedikit
hamil”.
Berpikir
dengan crisp set menjadikan segala sesuatunya lebih sederhana, karena sesuatu
bisa merupakan anggota dari suatu crisp set atau tidak. Crisp set dapat
digunakan untuk merepresentasikan gambaran pengertian hitam dan putih.
Seringkali juga, saat sesuatu itu merupakan anggota dari sebuah crisp set maka
ia kemudian (pada waktu yang sama) bukan merupakan anggota dari crisp set
manapun. Kembali hal ini menyederhanakan penggunaan logika dengan proses
pemikiran semacam ini. Konstruksi linguistik yang menggambarkan jenis pemikiran
ini dapat benar – benar berguna, terutama saat kategori crisp digunakan. Pada
himpunan tegas (crisp), nilai keanggotaan suatu item x dalam suatu himpunan A,
yang sering ditulis dengan µA[x], memiliki 2 kemungkinan, yaitu (Kusumadewi,
2004 : p3) :
Satu
(1), yang berarti bahwa suatu item menjadi anggota dalam suatu himpunan, atau
Nol
(0), yang berarti bahwa suatu item tidak menjadi anggota dalam suatu himpunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar